Irwan (2021) PENERAPAN QUALITY CONTROL PELATIHAN KESEHATAN DI BALAI BESAR PELATIHAN KESEHATAN (BBPK) MAKASSAR. Masters thesis, Politeknik STIA LAN Makassar.
TESIS IRWAN M012018043.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
Abstract
Komponen penting dalam penyelenggaraan pelatihan yaitu penetapan standar pelatihan yang merupakan penilaian rencana penyelenggaraan pelatihan yang tertuang dalam suatu dokumen secara tertulis. Dengan telah dilakukannya penilaian diharapkan pelatihan dapat diselenggarakan secara bermutu. Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar dalam menyelenggarakan pelatihan maupun dalam mengampu penyelenggaraan pelatihan adalah penjaminan mutu melalui Quality Control baik penyelenggaraan pelatihan internal maupun eksternal yaitu penilaian terhadap kesesuaian antara pelaksanaan pelatihan dengan perencanaan yang tertuang dalam dokumen usulan akreditasi pelatihan dengan mengacu pada buku Pedoman Quality Control yang diterbitkan oleh Pusat Pelatihan SDM Kesehatan Kemenkes. Pada beberapa kegiatan Quality Control pelatihan kesehatan yang dilakukan oleh BBPK Makassar, terdapat beberapa temuan auditor baik pada tahap input, proses maupun output. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan penjaminan mutu melalui Quality Control pada pelatihan Nusantara Sehat Individual Tahun 2020 di BBPK Makassar pada input, proses dan output. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif, untuk memberikan gambaran bagaimana penerapan Quality Control pelatihan kesehatan di BBPK Makassar Tahun 2020. Sumber data yang digunakan adalah hasil observasi, telusur dokumen dan hasil wawancara dari 9 informan yan terdiri dari fasilitator, pengendali pelatihan dan panitia pelaksana. Adapun tehnik analisis menggunakan analisis deskriftif berupa reduksi data dan penyajian data. Berdasarkan hasil Penelitian, dapat disimpulkan bahwa penjaminan mutu melalui Quality Control pada pelatihan Nusantara Sehat Individual Tahun 2020 secara umum telah terlaksana dengan baik meskipun masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan dan ditindaklanjuti dalam rangka menjaga mutu pelatihan. Pada pada faktor input telah dilaksanakan dengan temuan antara lain pengajuan akreditasi pelatihan tidak melalui SIAKPEL, pada faktor proses juga terdapat beberapa temuan antara lain jumlah peserta yang tidak sesuai rencana, tempat pelatihan yang tidak sesuai rencana, dan lainnya, sementara pada faktor output ketidaksesuaian yang ditemukan antara lain tindak lanjut terhadap hasil evaluasi fasilitator dan evaluasi penyelenggaraan.
Kata Kunci : Mutu, Pelatihan, Quality Control
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Tesis > 2021 Tesis |
| Depositing User: | Teknologi Informasi |
| Date Deposited: | 22 Aug 2024 01:27 |
| Last Modified: | 22 Aug 2024 01:27 |
| URI: | https://eprints.stialanmakassar.ac.id/id/eprint/1559 |

