ANALISIS RESTRUKTURISASI ORGANISASI DALAM BENTUK DELAYERING JABATAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUP KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL BEA & CUKAI SULAWESI BAGIAN SELATAN

A, Tri Abdiawan Amir (2021) ANALISIS RESTRUKTURISASI ORGANISASI DALAM BENTUK DELAYERING JABATAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUP KANTOR WILAYAH DIREKTORAT JENDERAL BEA & CUKAI SULAWESI BAGIAN SELATAN. Masters thesis, Politeknik STIA LAN Makassar.

[thumbnail of Tri Abdiawan Amir.pdf] Text
Tri Abdiawan Amir.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Konsep lean organization telah menjadi arahan dan tahapan baru
dalam reformasi birokrasi di Indonesia. Sebagaimana arahan Presiden
Jokowi pada saat pidato pelantikan bahwa perlu adanya penyederhanaan
eselonisasi disektor publik. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
menindaklanjuti arahan tersebut dengan melaksanakan restrukturisasi
organisasi dalam bentuk delayering jabatan eselon V. Dalam beberapa
penelitian terkait restrukturisasi organisasi, terdapat dua hasil yang
berbeda dalam hubungannya dengan kinerja pegawai. Beberapa
penelitian menemukan hubungan positif terhadap kinerja, namun
beberapa penelitian lainnya menemukan hubungan negatif terhadap
kinerja pegawai, utamanya pada pegawai yang kehilangan jabatan
(survivor syndrome). Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui bagaimana restrukturisasi organisasi yang terdiri dari dimensi
kompleksitas, formalitas dan sentralisasi mempengaruhi kinerja pegawai
di lingkup Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Selatan.
Penelitian dilaksanakan pada empat kantor vertikal di lingkup Kantor
Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Selatan, yaitu KPPBC Makassar, KPPBC
Kendari, KPPBC Pare-Pare, & KPPBC Malili. Waktu pelaksanaan
penelitian yaitu pada November 2020 sampai dengan Januari 2021.
Menggunakan metode eksplanasi dengan pendekatan kuantitatif yang
melibatkan 107 responden. Kuisioner telah diuji validitas dan
reliabilitasnya dengan metode 2
nd Order Confirmatory Factor Analysis dan
pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan metode Structural
Equation Modelling (SEM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa restrukturisasi organisasi
secara positif dan signifikan mempengaruhi kinerja pegawai. Kemudian
dari tiga dimensi rekstrukturisasi yaitu kompleksitas, formalisasi dan
sentralisasi, dimensi formalisasi memiliki pengaruh positif yang signifikan
terhadap kinerja pegawai. Adapun dimensi sentralisasi yang ada, tidak
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini
menemukan bahwa dimensi kompleksitas memiliki hubungan yang negatif
meskipun tidak signifikan mempengaruhi kinerja pegawai. Hal ini berarti
viii
bahwa terdapat survivor syndrome dalam penerapan kebijakan
restrukturisasi organisasi dalam bentuk delayering jabatan eselon V di
lingkup Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Selatan.
Kata Kunci:
Restrukturisasi, Kompleksitas, Formalitas, Sentralisasi, Kinerja

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: Tesis > 2021
Tesis
Depositing User: Teknologi Informasi
Date Deposited: 22 Aug 2024 06:59
Last Modified: 22 Aug 2024 06:59
URI: https://eprints.stialanmakassar.ac.id/id/eprint/1673

Actions (login required)

View Item
View Item