Rusmin Nuryadin, Rusmin Nuryadin (2026) GAYA KOMUNIKASI PIMPINAN YANG DIHARAPKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA JAYAPURA. Masters thesis, Politeknik STIA LAN Makassar.
1. SAMPUL LUAR.pdf
Download (160kB)
2. HALAMAN PENGESAHAN.pdf
Download (315kB)
3. HALAMAN PERSETUJUAN.pdf
Download (312kB)
5. KATA PENGANTAR.pdf
Download (86kB)
7. ABSTRACT.pdf
Download (102kB)
8. DAFTAR ISI.pdf
Download (66kB)
9. DAFTAR TABEL.pdf
Download (16kB)
10. DAFTAR GAMBAR.pdf
Download (19kB)
11. BAB I PENDAHULUAN.pdf
Download (579kB)
12. BAB II STUDI PUSTAKA.pdf
Download (1MB)
13. METODE PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (320kB)
14. BAB IV HASIL PENELITIAN.pdf
Restricted to Registered users only
Download (3MB)
15. BAB V PENUTUP.pdf
Download (310kB)
16. DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (138kB)
17. LAMPIRAN DAN BIODATA.pdf
Restricted to Registered users only
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya komunikasi pimpinan yang diharapkan oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jayapura. Latar belakang penelitian didasari oleh pentingnya komunikasi pimpinan dalam mendukung pemahaman tugas, kemampuan kerja, serta efektivitas pengelolaan keuangan dan aset daerah, khususnya dalam konteks organisasi pemerintahan yang multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory, yang mengombinasikan metode kuantitatif melalui kuesioner.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat gaya komunikasi yang dianalisis yaitu pasif, agresif, pasif-agresif, dan asertif, gaya komunikasi asertif merupakan gaya yang paling diharapkan oleh pegawai, baik pada klaster Orang Asli Papua (OAP) maupun non-OAP. Gaya komunikasi asertif dipersepsi mampu memberikan kejelasan instruksi, membuka ruang dialog, menjaga ketegasan tanpa tekanan, serta membangun kepercayaan dan motivasi kerja. Sebaliknya, gaya komunikasi agresif dan pasif memperoleh tingkat preferensi terendah, sementara gaya pasif-agresif dipandang berisiko karena bersifat ambigu dan berpotensi menimbulkan kebingungan serta konflik.
Pendalaman kualitatif memperkuat temuan kuantitatif dengan menunjukkan keselarasan antara harapan pegawai dan pandangan pimpinan mengenai pentingnya komunikasi yang terbuka, jelas, dan dua arah. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian komunikasi kepemimpinan sektor publik serta memberikan dasar empiris bagi perumusan praktik komunikasi pimpinan yang lebih efektif dalam organisasi pemerintahan daerah.
Kata kunci: Gaya Komunikasi Pimpinan, Kepemimpinan, BPKAD, Jayapura, Multikultural.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | Tesis > 2026 |
| Depositing User: | Teknologi Informasi |
| Date Deposited: | 31 Mar 2026 00:29 |
| Last Modified: | 31 Mar 2026 00:29 |
| URI: | https://eprints.stialanmakassar.ac.id/id/eprint/2589 |

